Sunday, February 5, 2012

Review Ozone Radon 3k


Ozone Radon 3k laser mouse


Pabrikan eropa ini telah merilis mouse sukses mereka Ozone Smog yang desainnya sampai ditiru hampir persis oleh powerlogic alien G11. Tidak terlena dengan kesuksesan, maka mereka segera merilis versi perbaikan mouse mereka dan lahirlah tiga versi mouse dengan bentuk sama, hanya berbeda pada sensornya yaitu seri Opto (Optical), 3k dan 5k (Laser).


Unit yang akan direview laopan kali ini adalah seri Radon 3k. Yaitu seri laser mouse dengan DPI maksimal 3200. Kemasannya menarik tapi sederhana sekali, dan penggunaan bungkus mika menyebabkan bila pada pengiriman atau penyimpanan tidaklah rapi akan cepat tergores-gores dan hal ini membuat boxnya cepat kotor. Namun postifnya lebih tahan cipratan air.

Kemasannya minim, hanya box dari mika, karton pembatas tipis, driver, unit, dan manual. Mungil tapi efisien.

Tampangnya memang gahar sekali, sulit bagi laopan untuk mengabaikan produk ini. Walau mouse lain menawarkan kelap kelip sampai bentuk yang aneh-aneh. Tapi mouse yang ini memang sexy sekali.


Warna merah, biru dan lila menandakan profil manakah yang anda pilih. Tak banyak kelak kelip tapi kombinasi bentuk, warna, dan lampunya sangat keren.

Spesifikasinya :

- Professional gaming laser sensor Philips PLN 2030
- 8 buttons (7 programmable)
- Adjustable resolution from 100 to 3200 dpi
- Accurate and predictable motion reporting up to 2.25m/s
- Macro and Script functions
- USB full speed
- USB report rate with 4 selectable levels (1000 Hz Max.)
- Hardware data saving technology
- Included Software for personal configuration (Windows only)
- Adjustable weight (includes 5x 4.5g weights).
- Dimensions: 122.43 x 70.64 x 43.7 mm (length x width x height)
- Weight: 135 +/- 5 g (with cable and weights)
- Cable length: 2 m
- Power consumption: <100 mA 

Bentuknya bongsor tidak bersahabat buat tangan mungil. Pada pemakaian pertamapun butuh penyesuaian yang agak lama. Untuk pemakaian palmgrip, sudah tidak perlu bicara laopan jamin enak bener grip mouse ini, untuk pemakaian claw dan finger mungkin butuh penyesuaian dengan ukuran dan dudukan jari manisnya. Kebetulan laopan mencoba untuk mengetesnya membutuhkan sedikitnya 2 hari untuk benar-benar bisa menikmati radon 3k ini. Kesan pertama adalah penyesuaian jari manis karena laopan adalah tipe fingertips, kedua kliknya yang sangat keras butuh tenaga ekstra untuk memencetnya. Mirip steelseries kinzu kerasnya.


 Sudah kewajiban konektor dan kabel seperti ini didunia gaming yang selalu berhubungan dengan lag




Ozone sepertinya tidak main-main kali ini, 7 tombol yang disematkan semuanya sangat mudah dijangkau. Laopan paling senang dengan tombol standar pengganti dpinya, seperti switch lampu kedepan dan kebelakang. Lampu indikator untuk profil dan 4 tingkatan dpi sangat jelas sekali.

Yang paling laopan suka adalah sistem drivernya sangat sederhana tapi sangat efektif.


Anda tidak pernah perlu menginstallnya, hanya cukup file sebesar 22mb ini disimpan kedalam flashdisk atau dimanapun. Langsung panggil, interfacenya sederhana tapi jelas. Penggunaan setting macro mudah, bahkan sudah disediakan beberapa macro seperti continuous shot (menembak tanpa henti). Internal memori pada mouse merekam settingan yang kita siapkan. Jadi bila ke gamenet, anda tidak perlu susah susah menginstall driver dan mensettingnya ulang. Cukup setting dirumah persis seperti anda berlatih. Menarik bukan?

Performanya mouse ini tergolong tidak manja, jalan di mousepad manapun tidak rewel. Ada beberapa reviewer mengeluhkan adanya Z-axis problem dimana diangkat maka mouse akan bergerak kearah jam 5 sebanyak 1cm. Sebenarnya pada prakterknya hal ini tidak mengganggu sama sekali dalam proses bermain. Jika kita mengangkatnya lurus keatas dalam kondisi diam, ya memang kadang-kadang seperti yang dibicarakan reviewer lain. Namun jangan khawathir, pada waktu bermain anda bebas mengangkat sambil bergerak tanpa ada kendala z-axis maupun lift distance problem bahkan anda mengangkatnya dalam jarak yang sangat rendah.

Kemampuan dari mouse ini luar biasa, untuk pemain dengan resolusi rendah dan dpi rendah sudah cukup mumpuni, bila tidak puas bisa naik pangkat ke radon 5k yang mendapat bonus weight bag. Akurasinya baik, responsif tidak licin, berbobot.


Fitur tambahannya berupa cable management, anda bisa mengatur keluarnya kabel dengan mengubah jalur kabel dibawahnya. Hal ini lumayan membantu pengiritan pembelian mouse bungee pada meja yang kecil dan sempit, namun tidak terlalu berguna bila tidak ada permasalahan kabel. Juga kita bisa mengubah-ubah berat mouse dan mengurangi/menambah beban yang ada dikompartmen bawah sesuai keinginan kita.


Singkat kata, ini adalah mouse bongsor yang baik. Rival beratnya adalah ttesports black yang memiliki plus dan minus tersendiri seperti klik yang lebih empuk dan lebih friendly kepada pengguna fingertips dan pemain pengangkat mouse karena grip yang lebih baik.

Dengan harga Rp.425.000,- mouse ini masuk persaingan dalam jajaran kelas mid low (ttesports black, powerlogic alien G11, cmstorm spawn, razer abyssus, steelseries kinzu v2 pro). Anda bisa mempertimbangkan produk yang satu ini.

Hanya saja memang mouse ini ditujukan untuk fps style gameplay, laopan merasakan kurang nyaman mouse ini untuk pemakaian casual dan browsing sehari-hari. Juga untuk game tipe RTS kurang nyaman.


Pros :
- Desain ergonomisnya sangat pas untuk tangan besar
- Surga pemakai palm grip
- Bentuknya keren, laopan terpana dengan mouse ini
- Software driver sangat portable dan efektif
- Kualitas sensornya akurat dan bagus untuk dikelasnya

Cons :
- Bagi yang bertangan kecil, urungkan niat membeli radon 3k
- Pemakai clawgrip dan fingertips butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan
- Z-Axis problem diangkat bergerak kearah jam 5 ( bisa dibilang ini adalah kekurangan apabila anda meminta sebuah perfeksionis. Namun penggunaan umum hampir tidak pernah dirasakan hal ini)
- Right Left button yang keras butuh tenaga ekstra untuk menekannya
- Penggunaan sehari-hari kurang nyaman, hanya untuk game tipe FPS yang bisa nyaman.

Wednesday, February 1, 2012

Review Corsair Vengeance® M60 FPS



Corsair Vengeance® M60 FPS
Performance Laser Mouse



Sepertinya demam gaming gear sedang melanda produsen peripheral komputer. Setelah Gigabyte dan Asus dengan ROG nya, sekarang giliran Corsair yang terkena imbasnya. Mungkin karena sekarang gaming gear sedang banyak digemari, jadinya gatal mengeluarkan produk gaming. Sekarang Laopan berkesempatan untuk menguji produk gaming mouse pertama dari Corsair yaitu Corsair Vengeance® M60 FPS Performance Laser Mouse.

Gambar diatas adalah Box dari M60, ya benar anda tidak sedang melihat sebuah flashdisk melainkan sebuah mouse seharga Rp.600.000,-. Entah mengapa Corsair menggunakan kemasan seperti ini yang rentan terhadap benturan, jadi bagi yang membeli lewat ekspedisi/pengiriman pastikan dulu sellernya membungkus lagi dengan kardus yang aman sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan selama pengiriman.

Paket yang didapatpun sangat simpel sekali, hanya unit mouse, quickstart guide dan warranty guide. Jadi anda harus mendownload drivernya sendiri.


Eng ing eng.... Inilah wujud dari Corsair Vengeance M60 sendiri. Bentuknya unik dan eksotis, gripnya mantap sekali dengan tekstur kasar dibagian samping dan rubber coating halus dibagian atasnya. Untuk pemula sangat mudah sekali untuk menyesuaikan bentuk mousenya untuk urusan grip. Sayangnya mouse ini tergolong berat walaupun sudah dilepas semua pemberatnya plus penutup pemberatnya.


Laser biru yang menyala memberikan kesan keren tersendiri, terlihat dimousepad seperti ada cahaya menyorot dari depan mouse berwarna biru. Sizenya termasuk bongsor mirip besarnya dengan Ttesports Black yang artinya beberapa pemain bertangan kecil mungkin tidak menyukainya.


Belajar dari pengalaman, braided cable itu wajib namun penggunaan gold plated usb yang "katanya" mereduksi lag absen disini. Sepertinya Corsair sudah tahu bahwa taktik marketing gold plated usb sudah tidak mempan lagi, lebih baik memangkasnya supaya bisa ditekan harganya.


Inilah yang bertanggung jawab atas beratnya M60 ini, sebuah rangka aluminium stainless yang kokoh memperlihatkan bahwa mouse ini mempunyai durabilitas yang tinggi juga material plastik hi-grade dan penggunaan omron switch pada klik kiri dan kanan. Mouse ini siap menerima siksaan berat jika secara sengaja dipakai oleh "thole thole" dan dibanting.


Memang seksi sekali bahkan dari sudut manapun...


Tuhkan Laopan ga bohong....


Lagi-lagi cakep dari samping....


Oh my gosh..... lovely

Selain 7 tombol yang biasa ditemui di gaming mouse lain, M60 mencuri ilmu dari Cyborg yaitu low sensitivity button on the fly, tombol berwarna merah ada marking target merupakan copycat dari produk Cyborg contohnya R.A.T 7. Fungsinya sama, yaitu bila tombol ditekan makan nilai DPI akan drastis berkurang untuk mendapatkan aim yang bagus saat sniping. Jangan kaget kalau segala sesuatunya di M60 ini merupakan kopian dari R.A.T 7 bahkan beratnya minus body modification.


Penerapan tombol merah ( aim button ) agak kurang pas penempatannya, dimana pemain yang bisa benar-benar enjoy memakainya adalah pemain bertipe palm grip, karena pengguna claw dan fingertips membutuhkan tenaga ekstra dan posisi yang berbeda sehingga justru membuat ribet daripada membantu. Penggunaan tombol yang cukup keras juga membuat tombol merah tersebut pointless untuk claw dan finger. Sepertinya Corsair harus belajar banyak sama Saitek Cyborg soal penempatan ergonomisnya.


Lengkap dengan fitur makro dan 8 tombol yang bisa dimodifikasi fungsinya, meskipun fungsi utamanya untuk bermain FPS, namun corsair berbaik hati memberikan banyak tombol dan pembuatan makro yang mudah.


Tidak tanggung tanggung diperlengkapi segudang fitur yang ditemui pada mouse high-end, sebut saja Report rate setting, X-Y DPI independent setting, 100-5700 adjustable dpi, angle snapping, lift distance, dan surface quality detection.

Technical Specifications

  • 5700 DPI — Avago Technologies ADNS-9500 LaserStream Gaming Sensor
  • Adjustable DPI in 100 DPI increments
  • 1000Hz/500Hz/250Hz/125Hz (1ms/2ms/4ms/8ms) selectable response time
  • Tracking up to 165 inches per second, up to 30g acceleration, and automatic frame rate control
  • Adjustable lift distance — five selectable levels to fit your play style
  • Surface quality detection
  • 8 individually programmable buttons
  • Side mounted sniper button provides user settable DPI change while pressed for enhanced precision targeting
  • Comfortable ergonomic design with soft-touch surfaces and grip improving textures
  • Omron left and right click switches rated for eight million operations
  • Aluminum metal frame and base for improved rigidity and mass distribution
  • Solid metal, weighted scroll wheel with rubberized scroll surface for improved finger traction control and feel
  • Ultra Low Friction PTFE pads for smooth performance and accurate gliding
  • USB Connector with gold plated contacts
  • 1.8m lightweight non-tangle cable

Deathadder (high lift ) lover dan Sensei (low lift ) lover user sangat suka fitur ini





Surface Quality detectornya sangat berguna untuk mengetes seberapa bagus atau "gembel" nya mousepad anda. Lucu dan praktisnya program ini bisa dipakai oleh mouse lain.


Soal akurasi sudah bukan masalah lagi untuk M60 ini karena menggunakan sensor dari Avago yang sudah terkenal dideretan mouse hi-end. 5700 Dpi dirasa sudah lebih dari cukup untuk bermain FPS. laopan dengan mudah membunuh lawan secara headshot di counter strike online tanpa kendala dan waktu penyesuaian yang lama. Seperti yang Laopan bilang, tombol aim merah tadi totaly useless untuk Laopan karena Laopan memakai claw grip. Sangat susah sekali menekannya membutuhkan posisi dan tenaga ekstra, pas banget ditunjang dengan beratnya yang mudah sekali memberikan hand fatigue.

Untuk pengguna yang suka mengangkat mousenya, tidak masalah dengan lift distancenya. Masalah hanya ada pada beratnya, butuh latihan yang cukup lama untuk menyesuaikan dengan beratnya. Untuk palm grip, pasangkan semua bebannya dan mantap sekali untuk aimnya walau ini sebuah mouse laser.

Seperti yang sangat disayangkan persis seperti R.A.T 7 yang pelit tidak menyertakan internal memory, setiap tancap ke komputer lain harus mensetting ulang makro dan lainnya. Untungnya untuk default settingnya dirasa pas untuk sebagian pemain FPS. Namun pengguna yang ingin bermain MMORPG atau DoTA battle di gamenet siap-siap bawa flashdisk berisi driver dan data profile.

Kelemahan lain ada pada driver yang buruk, beberapa kali Laopan mengalami pointer mouse lag meloncat-loncat ketika mengganti settingan pada drivernya. Sangat mengganggu sekali.

 Mungkin inilah penyebabnya... ( beta...)

Produk pertama dari Corsair ini tidak main-main, selain fitur canggih juga ergonomisnya bagus. Lupakan tombol merah tersebut, dan anggap saja tidak ada. Maka Corsair Vengeance M60 FPS ini merupakan mouse yang patut dipertimbangkan.

Pros :
- Fitur lengkap
- Ergonomis
- Performa memuaskan

Cons :
- Pointless sniper button
- Beta driver really annoying
- No internal memori, setting ulang setiap berpindah komputer nak.
- Berat

Tuesday, January 31, 2012

Review Altec Lansing BXR 1121 Laopan Fave Speaker

Altec Lansing BXR 1121



Walaupun Altec Lansing BXR 1121 ini sudah discontinue product, namun speaker multimedia ini tetap menjadi favorit Laopan. Sebagai penutup bulan Januari ini, BXR 1121 merupakan speaker active 2.1 dimana mempunyai 2 driver dan 1 subwoofer. Penggantinya BXR 1221 tak mampu berkutik soal suara, walaupun BXR 1221 menang di sektor mid-hi nya tapi pemangkasan fitur menjadi minus banyak.

BXR 1221

BXR 1121 selain bentuknya compact, harganya juga murah. Produk ini masih dicari 2nd nya meskipun sudah semakin langka.



Meski sudah 4 tahun bersama, namun kualitas suaranya tak menurun dan tidak pernah rusak untuk pemakaian sehari-hari.


Front speaker juga mudah ditempatkan di desktop bahkan tempat sempit sekalipun, penggunaan speaker stand dimungkinkan karena dibawah speaker tersebut ada slot untuk stand.


Box subwoofer yang dipakai solid dan lebih tebal daripada yang dipakai oleh BXR1221.


Bicara soal power dan bass, BXR1121 ini menjadi favorit Laopan. Memang tidak mungkin menggetarkan dada, namun suara bassnya lembut, tidak booming, dan yang mengejutkan penggunaan driver 4" dan hanya memakai daya 7 watt saja bisa bersuara bagus.


Knob volume, aux in, headphone, bass, treble setting semuanya mudah dijangkau dan terletak di speaker front sebelah kanan. Satu-satunya yang paling mengganggu hanya on/off switch terletak di belakang sub woofer. Entah mengapa, tapi hal ini cukup merepotkan apabila hendak menyalakan atau mematikan.


Stereo/Front

Number of frequency bands : 2-way
Max input power: 4W
Frequency range: 100Hz - 20kHz
Nominal impedance: 8 Ohms
Type: Bookshelf
Enclosure materials: Plastic
Dimensions (WxHxD): 4.4 in x 7.9 in x 4.0 in
   

Subwoofer

Max input power: 7W
Frequency range: 100Hz - 30Hz
Nominal impedance: 4Ohms
Woofer / Midbass: 2 x 4.00 in
Enclosure materials: Plywood
Dimensions (WxHxD): 7.9 in x 8.0 in x 7.9 in


Untuk pengetesan selama 4 tahun ini, BXR 1121 ini bisa diajak ke seluruh genre musik. Baik audiophile, jazz, rock, house, dangdut, sampai R&B rata-rata enak didengar, walau mungkin penggemar bass mengharapkan bass yang nendang dan lebih deep.

Walau tidak sepowerful saudaranya sekelasnya seperti sonic gear, xfree atau simbadut namun Laopan sangat suka suara bass dari BXR1121 ini murah dan berkualitas tidak asal keras dan nendang. Sebaiknya Altec Lansing lebih baik menyempurnakan BXR1121 di kualitas driver frontnya daripada harus merombaknya menjadi BXR1221 sekarang ini.

Pros :
- Murah
- Bass empuk tidak boomy
- Aux in untuk input hp/ ipod
- Headphone conector
- Bass/ treble volume

Cons :
- Posisi power on/off dibelakang sub
- mid hi nya kurang walau trebelnya sudah diset maksimum

-evoers

Friday, January 27, 2012

Corsair Terjun Bikin Gaming Gear

Gaming Gear benar-benar memiliki pasar besar di dunia, banyak produsen hardware yang dulu bergerak di bidang untuk mooding computer. kini ikut terjun membuat Gaming Gear ( mouse, Keyboar, Headphone,dsb) sebut saja: Thermal Tek dengan TT Esport, Cooler Master,ASUS dengan ROG seriesnya, Power Logic dengan Alien Series nya. Kini di tahun 2012 Corsair sang bajak laut ikut meramaikan gaming gear dengan ke hadiran seri Vegance nya.

Vegence bergerak di 3 macam product : Keyboard, Headset dan tidak lupa Mouse.

Vegence Mouse :


Vengeance® M60 Performance FPS Laser Gaming Mouse

Spek :

http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-mice/vengeance-m60-performance-fps-laser-gaming-mouse.html

Vengeance® M90 Performance MMO and RTS Laser Gaming Mouse


Spek :
http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-mice/vengeance-m90-performance-mmo-rts-laser-gaming-mouse.html

Vengence Keyboard



Spec :

http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-keyboards/vengeance-k60-performance-fps-mechanical-gaming-keyboard.html

Vengeance® K90 Performance MMO Mechanical Gaming Keyboard



Spec :
http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-keyboards/vengeance-k90-performance-mmo-mechanical-gaming-keyboard.html

Vegence Headset


Vengeance® 1100 Communication Headset


Spec :
http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-headsets/vengeance-1100-communication-headset.html

Vengeance® 1300 Analog Gaming Headset

Spec :
http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-headsets/vengeance-1300-analog-gaming-headset.html

Vengeance® 1500 Dolby 7.1 USB Gaming Headset

Spec :
http://www.corsair.com/vengeance-gaming/vengeance-gaming-headsets/vengeance-1500-dolby-7-1-usb-gaming-headset.html

Semoga info dari laopan dapat membantu anda semua.